Cari Blog Ini

Senin, 14 Juni 2010

Cutting Fluids (Coolants)

Cutting fluid (metalworking fluid, coolant) is a liquid used in metalworking operations for reducing friction between the work piece and the tool and for removal of the heat generated by the friction.

METAL WORKING OPERATIONS
cutting (metalworking) fluids are involved in the following metalworking operations :
-Cutting (separation of metal from a work piece in the form of chips), ex : milling, turning, boring, drilling, broaching, threading, sawang.
-Abrading (rubbing away the surface by friction), ex : grinding, polishing, lapping.
- metal forming (changing the shape of a work piece by a pressure), ex : rolling, forging, extrusion, drawing, deep drawing, stamping.

BENEFITS OF METALWORKING FLUIDS (COOLANTS)
lubrication and cooling effects provided by cutting fluids. result in the following benefits of metalworking :
- better surface finish
cutting fluids lubricate the workpiece-tool metal to metal contact zone preventing tool galling and seizure, which assures good surface finish. Additives in lubricating oils enhance the lubricating effect of the fluids.
-Longer tool life
temperature of a tool properly cooled by a cutting fluids doesn't exceed the critical value, beyond which the tool hardness drops and its wear rate increases.
-narrower tolerances of the work piece size
Cutting fluids provide both : decreasing the amount of heat generated in the workpiece-tool contact zone due to reduction of the friction (lubricating effect) and removing the heat (cooling effect). Thus cutting fluid stabilizes the workpiece temperature providing better control of its geometry. Cutting fluids reduce the tool wear and prevent formation of built-up edges, which also results in more precise processing.
-Lower enery consumption
Reduced friction provided by a metal working fluid results in decreased work of the operation (cutting, abrading, or forming).
-Cleaner cutting zone
Cutting fluids remove the chips and fines formed in cutting (abrading) operations keeping the cutting zone clean and preventing the surface damage.
-Better corrosion protection
cutting fluids may contain Corrosion inhibitors. Such fluids form a protection film on the work piece surface, machine parts, and chips.

Senin, 19 April 2010

TAUHID DARI SAHABAT RASULULLAH SAW

Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, memiliki kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan aqidah. Sebuah kisah yang tidak akan pernah membosankan, walaupun terus diulang-ulang sepanjang zaman. Kekuatan alurnya akan membuat setiap orang tetap penasaran untuk mendengarnya.
Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda' (putra wanita hitam). Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meinggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.
Ketika Mekah diterangi cahaya agama baru dan Rasul yang agung Sholallahu ‘alaihi wasallam mulai mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Bilal adalah termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam. Saat Bilal masuk Islam, di bumi ini hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk agama baru itu, seperti Ummul Mu'minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, 'Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad.
Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun.
Orang-orang Islam seperti Abu Bakar dan Ali bin Abu Thalib masih memiliki keluarga dan suku yang membela mereka. Akan tetapi, orang-orang yang tertindas (mustadh'afun) dari kalangan hamba sahaya dan budak itu, tidak memiliki siapa pun, sehingga orang-orang Quraisy menyiksanya tanpa belas kasihan. Quraisy ingin menjadikan penyiksaan atas mereka sebagai contoh dan pelajaran bagi setiap orang yang ingin mengikuti ajaran Muhammad.
Kaum yang tertindas itu disiksa oleh orang-orang kafir Quraisy yang berhati sangat kejam dan tak mengenal kasih sayang, seperti Abu Jahal yang telah menodai dirinya dengan membunuh Sumayyah. Ia sempat menghina dan mencaci maki, kemudian menghunjamkan tombaknya pada perut Sumayyah hingga menembus punggung dan gugurlah syuhada pertama dalam sejarah Islam. Sementara itu, saudara-saudara seperjuangan Sumayyah, terutama Bilal bin Rabah, terus disiksa oleh Quraisy tanpa henti. Biasanya, apabila matahari tepat di atas ubun-ubun dan padang pasir Mekah berubah menjadi perapian yang begitu menyengat, orang-orang Quraisy itu mulai membuka pakaian orang-orang Islam yang tertindas itu, lalu memakaikan baju besi pada mereka dan membiarkan mereka terbakar oleh sengatan matahari yang terasa semakin terik. Tidak cukup sampai di sana, orang-orang Quraisy itu mencambuk tubuh mereka sambil memaksa mereka mencaci maki Muhammad.
Adakalanya, saat siksaan terasa begitu berat dan kekuatan tubuh orang-orang Islam yang tertindas itu semakin lemah untuk menahannya, mereka mengikuti kemauan orang-orang Quraisy yang menyiksa mereka secara lahir, sementara hatinya tetap pasrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kecuali Bilal-semoga Allah meridhainya. Baginya, penderitaan itu masih terasa terlalu ringan jika dibandingkan dengan kecintaannya kepada Allah dan perjuangan di jalan-Nya. Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad ... (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ....“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad....”


Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan 'Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!”
Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras. Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, sang tiran, Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah(1) Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad..., Ahad..., Ahad..., Ahad....” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.

Suatu ketika, Abu Bakar Rodhiallahu ‘anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas(2.
Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, "Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya."
Abu Bakar membalas, "Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya..."
Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, "Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar."
Ash-Shiddiq Rodhiallahu ‘anhu menjawab, "Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah."
Setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Madinah, mereka segera berhijrah, termasuk Bilal Rodhiallahu ‘anhu,, Setibanya di Madinah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan 'Amir bin Fihr. Malangnya, mereka terkena penyakit demam. Apabila demamnya agak reda, Bilal melantunkan gurindam kerinduan dengan suaranya yang jernih,

Duhai malangnya aku, akankah suatu malam nanti
Aku bermalam di Fakh(3) dikelilingi pohon idzkhir(4) dan jalil
Akankah suatu hari nanti aku minum air Mijannah(5)
Akankah aku melihat lagi pegunungan Syamah dan Thafil(6)
Tidak perlu heran, mengapa Bilal begitu mendambakan Mekah dan perkampungannya; merindukan lembah dan pegunungannya, karena di sanalah ia merasakan nikmatnya iman.... Di sanalah ia menikmati segala bentuk siksaan untuk mendapatkan keridhaan Allah.... Di sanalah ia berhasil melawan nafsu dan godaan setan.

Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi sekaligus kekasihnya, Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam.. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam ke mana pun beliau pergi. Selalu bersamanyma saat shalat maupun ketika pergi untuk berjihad. Kebersamaannya dengan RasulullahSholallahu ‘alaihi wasallam ibarat bayangan yang tidak pernah lepas dari pemiliknya.
Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan azan, maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan (muazin) dalam sejarah Islam.
Biasanya, setelah mengumandangkan azan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam seraya berseru, “Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati...(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan....)” Lalu, ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.


Suatu ketika, Najasyi, Raja Habasyah, menghadiahkan tiga tombak pendek yang termasuk barang-barang paling istimewa miliknya kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengambil satu tombak, sementara sisanya diberikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar ibnul Khaththab, tapi tidak lama kemudian, beliau memberikan tombak itu kepada Bilal. Sejak saat itu, selama Nabi hidup, Bilal selalu membawa tombak pendek itu ke mana-mana. Ia membawanya dalam kesempatan dua shalat id (Idul Fitri dan Idul Adha), dan shalat istisqa' (mohon turun hujan), dan menancapkannya di hadapan beliau saat melakukan shalat di luar masjid.
Bilal menyertai Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam dalam Perang Badar. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah memenuhi janji-Nya dan menolong tentara-Nya. Ia juga melihat langsung tewasnya para pembesar Quraisy yang pernah menyiksanya dengan hebat. Ia melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf tersungkur berkalang tanah ditembus pedang kaum muslimin dan darahnya mengalir deras karena tusukan tombak orang-orang yang mereka siksa dahulu.
Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menaklukkan kota Mekah, beliau berjalan di depan pasukan hijaunya bersama 'sang pengumandang panggilan langit', Bilal bin Rabah. Saat masuk ke Ka'bah, beliau hanya ditemani oleh tiga orang, yaitu Utsman bin Thalhah, pembawa kunci Ka'bah, Usamah bin Zaid, yang dikenal sebagai kekasih Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dan putra dari kekasihnya, dan Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Shalat Zhuhur tiba. Ribuan orang berkumpul di sekitar Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, termasuk orang-orang Quraisy yang baru masuk Islam saat itu, baik dengan suka hati maupun terpaksa. Semuanya menyaksikan pemandangan yang agung itu. Pada saat-saat yang sangat bersejarah itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memanggil Bilal bin Rabah agar naik ke atap Ka'bah untuk mengumandangkan kalimat tauhid dari sana. Bilal melaksanakan perintah Rasul Sholallahu ‘alaihi wasallam dengan senang hati, lalu mengumandangkan azan dengan suaranya yang bersih dan jelas. Ribuan pasang mata memandang ke arahnya dan ribuan lidah mengikuti kalimat azan yang dikumandangkannya. Tetapi di sisi lain, orang-orang yang tidak beriman dengan sepenuh hatinya, tak kuasa memendam hasad di dalam dada. Mereka merasa kedengkian telah merobek-robek hati mereka.

Saat azan yang dikumandangkan Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”. Juwairiyah binti Abu Jahal bergumam, "Sungguh, Allah telah mengangkat kedudukanmu.... Memang, kami tetap akan shalat, tapi demi Allah, kami tidak menyukai orang yang telah membunuh orang-orang yang kami sayangi." Maksudnya, adalah ayahnya yang tewas dalam Perang Badar.
Khalid bin Usaid berkata, "Aku bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan ayahku dengan tidak menyaksikan peristiwa hari ini." Kebetulan ayahnya meninggal sehari sebelum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masuk ke kota Mekah. Sementara al-Harits bin Hisyam berkata, "Sungguh malang nasibku, mengapa aku tidak mati saja sebelum melihat Bilal naik ke atas Ka'bah." Al-Hakam bin Abu al-'Ash berkata, "Demi Allah, ini musibah yang sangat besar. Seorang budak bani Jumah bersuara di atas bangunan ini (Ka'bah)."
Sementara Abu Sufyan yang berada dekat mereka hanya berkata, "Aku tidak mengatakan apa pun, karena kalau aku membuat pernyataan, walau hanya satu kalimat, maka pasti akan sampai kepada Muhammad bin Abdullah."
Bilal menjadi muazin tetap selama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam hidup. Selama itu pula, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sangat menyukai suara yang saat disiksa dengan siksaan yang begitu berat di masa lalu, ia melantunkan kata, "Ahad..., Ahad... (Allah Maha Esa)."

Sesaat setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengembuskan napas terakhir, waktu shalat tiba. Bilal berdiri untuk mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan. Saat Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir di sana tak kuasa menahan tangis, maka meledaklah suara isak tangis yang membuat suasana semakin mengharu biru. Sejak kepergian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, Bilal hanya sanggup mengumandangkan azan selama tiga hari. Setiap sampai kepada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.
Karena itu, Bilal memohon kepada Abu Bakar, yang menggantikan posisi Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemimpin, agar diperkenankan tidak mengumandangkan azan lagi, karena tidak sanggup melakukannya. Selain itu, Bilal juga meminta izin kepadanya untuk keluar dari kota Madinah dengan alasan berjihad di jalan Allah dan ikut berperang ke wilayah Syam.
Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, "Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya."
Abu Bakar menjawab, "Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah."
Bilal menyahut, "Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam wafat."
Abu Bakar menjawab, "Baiklah, aku mengabulkannya." Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus. Bilal benar-benar tidak mau mengumandangkan azan hingga kedatangan Umar ibnul Khaththab ke wilayah Syam, yang kembali bertemu dengan Bilal Rodhiallahu ‘anhu setelah terpisah cukup lama.
Umar sangat merindukan pertemuan dengan Bilal dan menaruh rasa hormat begitu besar kepadanya, sehingga jika ada yang menyebut-nyebut nama Abu Bakar ash-Shiddiq di depannya, maka Umar segera menimpali,
"Abu Bakar adalah tuan kita dan telah memerdekakan tuan kita (maksudnya Bilal)."
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, sejumlah sahabat mendesak Bilal agar mau mengumandangkan azan di hadapan al-Faruq Umar ibnul Khaththab. Ketika suara Bilal yang nyaring itu kembali terdengar mengumandangkan azan, Umar tidak sanggup menahan tangisnya, maka iapun menangis tersedu-sedu, yang kemudian diikuti oleh seluruh sahabat yang hadir hingga janggut mereka basah dengan air mata. Suara Bilal membangkitkan segenap kerinduan mereka kepada masa-masa kehidupan yang dilewati di Madinah bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam..
BiIal, "pengumandang seruan langit itu", tetap tinggal di Damaskus hingga wafat. Saat menjelang kematiannya, istri Bilal menunggu di sampingnya dengan setia seraya berkata, "Oh, betapa sedihnya hati ini...."

Tapi, setiap istrinya berkata seperti itu, Bilal membuka matanya dan membalas, "Oh, betapa bahagianya hati ini.... " Lalu, sambil mengembuskan napas terakhirnya, Bilal berkata lirih,
"Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih...
Muhammad dan sahabat-sahabatnya
Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih...
Muhammad dan sahabat-sahabatnya"

Sabtu, 06 Maret 2010

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA
1. Nilai ketuhanan
• Dalam kehidupan bermasyarakat :
- Menjalankan ibadah sesuai agama yang dianut
- Menghormati orang lain yang sedang menjalankan ibadah
- Tidak mencampuri urusan agama lain
- Bersama-sama menciptakan kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat
• Dalam kehidupan bernegara :
- Merayakan hari-hari besar agama
- Menciptakan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah
2. Nilai kemanusiaan
• Dalam kehidupan bermasyarakat :
- Menghormati hak-hak dan kewajiban orang lain
- Menjunjung tinggi harkat dan martabat orang lain
- Tidak mencampuri urusan orang lain
- Saling tolong-menolong
• Dalam kehidupan bernegara :
- Mengakui dan menjunjung tinggi HAM
3. Nilai persatuan
• Dalam kehidupan bermasyarakat :
- Gotong royong
• Dalam kehidupan bernegara :
- membina kerukunan antar warga Negara tanpa memandang suku,agama,ras dan golongan
- membela Negara dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan


4. Nilai kerakyatan
• Dalam kehidupan bermasyarakat :
- Tidak membedakan status antar anggota masyarakat dan memupuk kesadaran bahwa setiap warga mempunyai hak dan kewajiban yang sama
• Dalam kehidupan bernegara :
- Diadakannya Pemilu,pilpres,dan pilkada
5. Nilai keadilan
• Dalam kehidupan bermasyarakat :
- Tidak semena-mena dalam menghadapi masalah yang timbul di kehidupan bermasyarakat dan selalu berusaha untuk mencapai mufakat dalam menghadapi permasalahan tersebut
- Menghormati dan mengapresiasi pendapat dan saran dari orang lain
- Menaati norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat
• Dalam kehidupan bernegara :
- Menaati peraturan perundangan yang berlaku

Hambatan-hambatan dalam pengimplementasian nilai-nilai pancasila :
1. Masing-masing warga Negara memiliki tingkat keimanan, kesadaran hukum,dan kecerdasan emosi yang berbeda-beda, sehingga terjadi kesulitan dalam mewujudkan kerukunan di semua aspek kehidupan
2. Kurangnya rasa solidaritas antar sesama warga Negara yang sering mengakibatkan terjadinya perpecahan
3. Perbedaan kultural dan kepercayaan
4. Fanatisme terhadap suatu golongan yang berlebihan, sehingga mengakibatkan terjadinya tirani minoritas dan dominasi mayoritas
5. Dll
Solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam mengimplementasikan nilai-nilai pancasila :
1. Memupuk rasa solidaritas, persatuan dan kesatuan dalam setiap aspek kehidupan
2. Menghilangkan egoisme individu dan golongan demi kepantingan umum
3. Meningkatkan kualitas pendidikan, baik intelektual,emosional, maupun spiritual
4. Meningkatkan kesadaran hukum pada setiap anggota masnyarakat
5. dll

Senin, 22 Februari 2010

PENEKANAN BAJA DALAM PRESS
Pembentukan logam pada penekanan kebanyakan pengerjaan dingin saat ini dilakukan pada penekanan mekanis.Penekanan yang dibuat dalam banyak variasi dan ukuran tergantung pada kebutuhan industri, namun ciri-ciri yang sama sangat banyak untuk semua ukuran.sebuah penekan adalah mesin produksi dan untuk melakukan operasi yang dibutuhkan harus dilengkapi dengan alat-alat tertentu yang disebut punch dan penekan-penekan mati. beberapa penekan lebih baik disesuaikan dengan jenis operasi tertentu daripada yang lain, tetapi kebanyakan menggunting, membentuk, dan menghantam. Operasi dapat dilakukan pada setiap penekanan standar, asalkan peralatan yang digunakan tepat.hal ini ekonomis dalam praktek-praktek industri penekanan, karena penekanan yang sama dapat digunakan untuk berbagai operasi, terutama pada bagian yang pendek.
bagian-bagian produksi yang cepat adalah ciri-ciri penekanan masa kini.penekanan modern dapat menarik baja ringan setidaknya 50% lebih cepat daripada sebelumnya, mereka dapat mengoperasikan beberapa stasiun mati di ratusan stroke per menit (SPM), atau memukul bagian-bagian yang kecil pada kecepatan hingga 2.000 SPM.
Akhir-akhir ini, beberapa bengkel dapat menghasilkan penekanan lambat dengan sederhana, satu-operasi mati. sebaliknya, kecenderungan adalah menuju progresif mati dan mekanisme transfer, dan penekan yang menghasilkan bagian yang lengkap di setiap stroke. peralatan mesin tekan menjadi semakin canggih dan presisi.
Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa sebagian besar penekanan mampu melakukan berbagai pekerjaan besar, sangat sulit untuk menempatkan mereka dalam klasifikasi.pengoperasian khusus seperti lipatan, menusuk lubang,menggunting, pengosongan, dan stamping sering dilakukan pada mesin yang sama . Namun, penekanan dapat diklasifikasikan menurut: (1) desain bingkai, (2) penerapan metode kuasa untuk ram, dan (3) pengoperasian.


Tipe Mesin Press
Semua mesin pres dibuat terdiri dari bagian dasar : frame ( bodi ), bed, ram, atau slider, ram drive ( penggerak ram ), Transmisi, dan sumber energi.(45-1). Dalam memilih alat pres, ditentukan jenis penggunaan, ukuran part yang diproduksi, kecepatan produksi part dan tenaga. Semua itu harus dipertimbangkan. Mesin pres eksentrik digunakan untuk proses blanking, punching(melubang), dan triming. Pada proses pengerjaan drawing, digunakan mesin pres dengan kecepatan lebih rendah. Sebagian besar mesin pres jenis tersebut menggunakan cara kerja hidraulik yang dihubungkan untuk menggerakan Crank shaft ( poros Engkol ), fly wheel (bandul), kopling dan juga arus energi.Arus energi dipasok secara kontinue untuk menggerakan crank shaft (poros engkol) tetapi tenaga berkurang karena slide/ ram.

Bed pembawa berada dibagian paling bawah pada frame ( bodi ) yang diperkuat rangka yang tebal.Die di suport sebuah bolster plate yang berada diatas bed.
Transmisi ( penggerak mekanis ) ada pada bodi untuk menggerakan ram bolak – balik.
Pada mesin pres baru terdapat pengatur kecepatan menggunakan sistem elektrik. Karena pada mesin kuno untuk merubah kecepatan harus mengganti puli terlebih dahulu yang dapat menyita waktu.
Mesin pres bekerja pada beban Ton, karena itu mesin harus kuat.Mesin pres harus bekerja secara otomatis karena digunakan berhari- hari.
Jenis bodi pres dapat dilihat pada gambar



1) O.B.I. Press
Salah satu mesin press yang sering dijumpai dipasaran adalah O.B.I. Press(Open-Back Inclunable,Punch Press).
Bila kita lihat O.B.I. press cocok untuk pangerjaan stamping, blanking, forming, drawing, perforating(melubang), embos, coining, coining, notching, membengkok, shearing(menggunting).
Kecepatan variabel motor penggerak tergantung pada mesin.Untuk merubah kecepatan diperlukan penggentian pully sesuai kecepatan gerakan yang diperlukan.


2) GAP Press
GAP Press mempunyai body utuh yang keras.Alat ini menangani pengerjaan plat panjang dan lebar, dan juga menyediakan ruang disekitar dies.GAP Press biasa digunakan untuk stamping biasa.


3) Horning Press
Horning press digunakan pada objek silinder.Digunakan untuk seaming (kampuh),puncing,embosing. Mesin ini dilengkapi pos yang lebar pada bed .Beban yang dipaksakan dalam dies secara vertikal .Tegangan diterima oleh side frame. Tapi faktanya terjadi tendensi kecil pada punch dan die.
Pada mesin press tipe ini cara pengoperasian nya berbeda untuk menjalankan RAM. Engkol tunggal umumnya hanya mampu digunakan pada penekanan ringan. Untuk pengerjaan berat ditambahkan poros engkol untuk mendistribusi beban agar merata pada slide.
4) Hidrolik press
Hidrolik press digunakan khusus untuk pengerjaan drawing karena pengoperasiannya yang lambat sehingga tidak cocok untuk kegiatan produksi. Hidrolik press dibuat untuk pengoperasian seperti deed-draw forming, straightening, plastic molding,dic spotting, dan powered metal compacting. Mesin ini tidak dapat digunakan pada pengerjaan heavy blanking dan punching.

5) Turret press
Mesin turret press terdiri dari turret pembawa atas dan bawah, yang membawa punches dan dies dengan ukuran yang bermacam-macam. Pemukul (punches) tepat berada di atas dan di bawahnya terdapat dies. Mesin ini dapat membuat lubang yang ukurannya bervariasi.
Turret punch press dengan tape pengontrol yang bervariasi tersedia pada kapasitas 15-150 ton. Numerical- positioing control dapat membuat 65 lubang per menit degan ketelitian ± 0,004”.

6) High-production transfer press and others
Mesin transfer press bekerja untuk produksi seperti Ice cube trays ( nampan es batu), tempat oli, dan run\mah lampu kendaraan dengan rata-rata 500-1500 buah per menit.
Cara kerjanya yaitu: bahan dimasukkan pada mesin dari rools, kemudian dipindahkan dari satu posisi ke posisi berikutnya oleh kerja mekanisme.

7) Press Brake
Pada gambar menunjukkan mesin press brake yang diatur untukmembentuk lekukan dan shape logam, yang dapat menangani lembaran lebar dan dapat menampung beberapa dies ( landasan ). Mesin tipe ini khusus untuk memanjangkan, membengkok lurus. Mesin press brake idealnya digunakan untuk pekerjaan Corrugating, seaming, notching, embossing, wiring, or curling dan membentuk silinder taper tabung.


8) Shears ( Gunting )
Mesin shears ( gunting ) digolongkan sebagai berikut :
1. Pisau pemotong ( blade shear )
2. Billet, atau gunting struktur
3. Nibbler
Mesin ini dirancang untuk memotong logam dengan pisau untukmemotong lembaran-lembaran plat.
Pisau diperasikan leh pedal kaki, jari menahan pelat yang akan dipotong. Sebelum memotong pelat tentukan garis pemotongan,bila sudah tepat, tekan pedal.

Rabu, 10 Februari 2010

Heat treatment

PERLAKUAN PANAS PADA BAJA
Sifat mekanik tidak hanya tergantung pada komposisi kimia suatu paduan, tetapi juga tergantung pada struktur mikronya. Suatu paduan dengan komposisi kimia yang sama dapat memiliki struktur mikro yang berbeda, dan sifat mekaniknya akan berbeda. Struktur mikro tergantung pada proses pengerjaan yang dialami, terutama proses laku-panas yang diterima selama proses pengerjaan.
Proses laku-panas adalah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat, sebagai suatu upaya untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Proses laku-panas pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu, lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat, baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu.
Secara umum perlakukan panas (Heat treatment) diklasifikasikan dalam 2 jenis :
1. Near Equilibrium (Mendekati Kesetimbangan)
Tujuan dari perlakuan panas Near Equilibrium adalah untuk :
a. Melunakkan struktur kristal
b. Menghaluskan butir
c. Menghilangkan tegangan dalam
d. Memperbaiki machineability.
Jenis dari perlakukan panas Near Equibrium, misalnya :
 Full Annealing (annealing)
 Normallizing
 Spheroidizing
 Homogenizing
 Stress relief Annealing


2. Non Equilirium (Tidak setimbang)
Tujuan panas Non Equilibrium adalah untuk mendapatkan kekerasan dan kekuatan yang lebih tinggi.
Jenis dari perlakukan panas Non Equibrium, misalnya :
 Hardening
 Martempering
 Austempering
 Surface Hardening (Carburizing, Nitriding, Cyaniding, Flame hardening, Induction hardening)

Senin, 08 Februari 2010

I don't love you

well, when you go
so never think I'll make you turn to say
and maybe when you get back
I'll be off to find another way
and after all this time that you still owe
you're still the good-for-nothing I don't know
so take your gloves and get out, better get out,
while you can

when you go would you even turn to say,"I don't love you, like I did, yesterday,"

sometimes I cry so hard from pleading
so sick and tired of all the needless beating
but baby when they knock you, down and out,
its where you oughta stay
and after all the blood that you still owe
another dollar's just another blow
so fix your eyes and get up, better get up,
while you can

when you go
would you have the guts to say,"I don't love you, like I did, yesterday,"